5 Tips Merawat Kopling Mobil Agar Lebih Awet dan Aman

penulis editor

Salah satu bagian fast moving dalam mobil dengan transmisi manual adalah kampas kopling. Untuk mencegah keausan yang cepat pada komponen ini, terdapat beberapa langkah perawatan yang dapat diterapkan.

Secara umum, kampas kopling memiliki umur pemakaian sekitar 80.000 kilometer. Namun, kebiasaan pengemudi dalam mengendarai mobil dapat mempengaruhi daya tahan kampas kopling, sehingga dapat memperpendek masa pakainya.

Setiap kali kita menginjak pedal kopling untuk mengganti gigi pada mobil, kampas kopling berperan penting dalam memastikan perpindahan gigi berlangsung dengan lancar. Sayangnya, banyak orang kurang menyadari bahwa perawatan kampas kopling sangat krusial demi menjaga kinerja kendaraan secara keseluruhan.

Komponen ini kerap diabaikan, padahal dengan perawatan yang tepat, umur kampas kopling bisa lebih panjang dan dapat mengurangi pengeluaran untuk perbaikan yang mahal. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat kopling mobil, diantaranya:

1. Jangan Menerjang Banjir

Untuk merawat kopling mobil, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghindari genangan air atau banjir. Air yang masuk ke dalam sistem kopling dapat menyebabkan kerusakan pada komponen utama, yang berpotensi mengakibatkan kopling macet.

Jika terpaksa melewati banjir, sebaiknya jangan langsung memarkir atau menghentikan kendaraan. Air atau lumpur yang masuk dapat membasahi komponen kopling dan baut, menyebabkan daya rekat antara piringan kopling dan baut meningkat. Akibatnya, kopling menjadi lengket dan perpindahan gigi pun menjadi sulit.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, sebaiknya hindari menerobos banjir. Namun, jika mobil sudah melewati genangan air, segera periksakan ke bengkel untuk memastikan tidak ada masalah pada sistem kopling.

2. Jangan Menggantungkan Kaki Pedal Kopling Saat Berkendara

Dampak dari tindakan ini hampir serupa dengan poin sebelumnya. Kebiasaan ini dapat meningkatkan gesekan pada kampas, yang pada akhirnya mempercepat proses keausan.

Secara fisika, semakin besar gesekan, semakin cepat suatu benda mengalami keausan. Sebaliknya, jika gesekan berkurang, umur kampas akan lebih lama.

Oleh karena itu, penggunaan kopling mobil yang tepat adalah dengan memastikan kaki tidak terus menekan kopling saat kendaraan sudah melaju stabil.

3. Netralkan Transmisi di Lampu Merah atau Di Tanjakan

Sebaiknya hindari menahan kopling pada gigi 1 saat kendaraan berhenti, karena dapat berdampak pada kinerja kopling.

Kebiasaan ini tidak hanya membuat kaki cepat lelah, tetapi juga dapat mempercepat keausan pada lapisan kopling mobil. Selain itu, cara ini juga dapat mempengaruhi respons kopling di kemudian hari.

Lebih baik posisikan transmisi pada netral agar kaki dapat beristirahat sejenak. Ketika lampu hijau menyala, barulah tekan kopling, masukkan ke gigi 1, dan mulai melaju.

4. Lepas Kopling Kendaraan Secara Perlahan

Setelah memindahkan transmisi, lepaskan kopling secara perlahan dan bertahap. Hindari menariknya dengan paksa atau melepaskannya secara tiba-tiba, karena hal ini dapat menyebabkan hentakan. Jika terasa tersendat-sendat, kemungkinan besar itu terjadi akibat gesekan berlebih pada kopling.

Meskipun kebiasaan ini mungkin tidak terasa karena sudah sering dilakukan, ada baiknya mulai menguranginya. Dengan menjaga cara penggunaan kopling yang lebih halus, Anda dapat membantu memperpanjang usia kopling serta menghemat biaya perawatan kendaraan.

5. Sesuaikan Kecepatan dengan Gigi yang Benar

Untuk menjaga kondisi bantalan kopling, penting untuk memastikan kecepatan kendaraan sesuai dengan posisi gigi. Gunakan gigi rendah saat melaju dengan kecepatan rendah, dan sesuaikan dengan gigi yang lebih tinggi saat kecepatan meningkat.

Hindari kebiasaan mempertahankan gigi tinggi saat berkendara lambat, karena hal ini dapat menyebabkan gesekan berlebih pada lapisan kopling. Jika dibiarkan, gesekan tersebut akan mempercepat keausan kopling, sehingga mengurangi usia pakainya.

Bagikan:

Leave a Comment