Cuaca yang tidak menentu dapat membuat kendaraan membutuhkan perlindungan lebih. Hal ini disebabkan oleh lapisan cat mobil yang mudah memudar, retak, atau bahkan mengelupas akibat perubahan cuaca yang ekstrem. Ada beberapa tips menjaga cat mobil di cuaca ekstrem yang bisa dilakukan.
Di Indonesia, kondisi cuaca ekstrem biasanya ditandai dengan suhu yang bisa mencapai 37 derajat Celsius atau lebih, kemudian tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat, sehingga sulit diperkirakan.
Agar cat mobil tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Simak tips merawat cat mobil di tengah cuaca ekstrem dalam artikel berikut, diantaranya:
1. Waxing Mobil
Waxing adalah proses menambahkan lapisan pelindung berbahan lilin pada cat mobil untuk melindunginya dari sinar matahari, debu, dan air. Selain itu, waxing juga dapat memberikan efek mengilap pada permukaan cat.
Tersedia berbagai jenis formula lilin dengan metode aplikasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan sesuai dengan jenis wax yang dipilih agar hasilnya optimal.
Untuk menjaga ketahanan cat mobil, disarankan melakukan waxing setiap tiga bulan sekali. Namun, penggunaan yang berlebihan sebaiknya dihindari agar tidak terjadi penumpukan lapisan lilin pada permukaan cat.
2. Rajin Mencuci Mobil
Para pemilik mobil perlu rutin mencuci kendaraan mereka, terutama setelah terkena hujan atau dalam keadaan kotor, terutama saat cuaca ekstrem. Langkah ini bertujuan untuk mencegah munculnya bercak air atau kotoran yang dapat menyebabkan jamur atau waterspot.
Menjaga kebersihan mobil saat cuaca ekstrem sangat penting untuk melindungi bodi kendaraan dari kerusakan akibat kotoran yang menempel. Air hujan yang mengandung zat asam dapat meninggalkan noda jika tidak segera dibersihkan, sementara debu dan kotoran yang dibiarkan terlalu lama dapat merusak lapisan cat.
Selain itu, pemilihan alat pembersih juga berpengaruh pada hasil pencucian. Menggunakan lap chamois atau kanebo yang sudah lama dan tidak bersih dapat meninggalkan goresan halus pada permukaan mobil. Oleh karena itu, penggunaan lap microfiber yang halus dan bersih lebih disarankan agar cat mobil tetap terjaga dan tampilan kendaraan tetap mengkilap.
3. Gunakan Penutup Mobil
Menyimpan mobil di garasi merupakan cara terbaik untuk melindungi cat kendaraan dari cuaca ekstrem seperti terik matahari, hujan, dan debu. Namun, jika garasi tidak tersedia, penggunaan penutup mobil berkualitas tinggi dapat menjadi solusi alternatif. Meskipun tidak sepenuhnya menghalangi paparan sinar UV atau air hujan, penutup ini dapat membantu mengurangi dampak buruknya pada cat mobil, sehingga warna dan kilau tetap terjaga lebih lama.
Namun, penting untuk memastikan mobil dalam keadaan kering sebelum ditutup, karena menutup kendaraan yang masih basah dapat menyebabkan kelembapan terperangkap, yang berpotensi menimbulkan jamur atau karat. Selain itu, pilihlah penutup yang memiliki ventilasi baik agar sirkulasi udara tetap lancar dan mengurangi risiko kerusakan akibat kondensasi.
4. Hindari Sinar Matahari Langsung
Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat merusak lapisan pelindung cat mobil, menyebabkan warnanya memudar dan kehilangan kilapnya. Hal ini terjadi karena sinar ultraviolet (UV) dapat memecah molekul dalam cat, sehingga warnanya perlahan berubah dan terlihat kusam.
Oleh karena itu, untuk menjaga keindahan dan ketahanan cat mobil, sebaiknya kendaraan diparkir di tempat teduh atau menggunakan penutup mobil saat tidak digunakan dalam waktu lama. Selain itu, rutin melakukan perawatan seperti mencuci dan mengaplikasikan wax juga dapat membantu melindungi lapisan cat dari dampak buruk sinar matahari.
Itulah beberapa tips menjaga cat mobil di cuaca ekstrem yang bisa dilakukan. Tentunya dengan menerapkan beberapa tips tersebut, mobil akan tetap awet dan terawat.